Sering Marah di Twitter Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Sering Marah di Twitter Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

892
0
SHARE

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Pennsylvania, Twitter dikatakan tidak hanya bisa digunakan sebagai media pencurahan isi hati atau untuk mengekspresikan perasaan saja, melainkan juga bisa mengidentifikasi tingkat risiko serangan jantung seseorang. Bagaimana bisa?

Dikatakan dalam penelitian tersebut, risiko serangan jantung seseorang ternyata bisa dipengaruhi oleh frekuensi seorang pengguna terkait kicauan mereka di Twitter yang mengandung emosi negatif seperti marah, stes, keluhan, serta kelelahan. Sementara pengguna Twitter yang kerap kali mengunggah postingan positif diketahui memiliki risiko serangan jantung yang sangat rendah.

Dikutip dari Business Insider, Selasa (16/6) salah seorang dari tim peneliti tersebut mengatakan, “Dengan miliaran pengguna aktif setiap harinya tentang pengalaman yang mereka alami, pikiran dan perasaan, dunia media sosial dapat dijadikan tolak ukur baru bagi penelitian psikologis. Data yang berasal dari media sosial ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat yang sangat berharga di dunia nyata.”

Mereka juga mencatat bahwa korelasi antara bahasa dan kematian secara mengejutkan sangat erat. Berbagai bahasa emosional negatif seperti kata yang mengandung kebencian dan kekecewaan ataupun berkata kasar sangat mempengaruhi kesehatan jantung.

Namun hal itu ternyata tidak berlaku hanya pada pengguna yang mengunggah kata kasar atau marah-marah saja. Para pengguna Twitter yang membaca postingan yang mengandung bahasa emosional juga memiliki potensi bahaya yang sama.

NO COMMENTS

Comments are closed.