Agus Bikin Ribet, Ngaku Dibayar Margareth Rp 2 M Ternyata Bohong

Agus Bikin Ribet, Ngaku Dibayar Margareth Rp 2 M Ternyata Bohong

1003
0
SHARE

Tersangka pembunuhan Angeline, Agus Tae (25) mulai membuat bingung penyidik dengan terus merubah-ubah keterangan. Yang terbaru, Agus mengaku membunuh gadis 8 tahun itu sebab diperintahkan oleh majikannya, Margareth yang tak lain adalah ibu angkat korban.

Kepada anggota DPR Komisi III DPR RI Akbar Faizal, Agus mengaku dijanjikan bayaran Rp 2 miliar untuk membunuh Angeline.

“Dia (Agus) diiming-imingi uang Rp 2 miliar dari ibu angkat Angeline, yaitu Margriet, yang akan dibayarkan kepada Agus nanti tanggal 25 Juni ini,” ujar Akbar yang menemui Agus di Mapolresta Denpasar Sabtu (13/6).

Akbar menyebutkan, dia secara langsung bertanya pada Agus, apa yang membuatnya gelap mata menghabisi nyawa Angeline dengan cara keji.

“Saya sempat bertanya kepada pelaku dan Agus bilang logika dan naruninya tertutup karenan janji uang itu,” tuturnya.

Saat itu, ujar Akbar, Agus menunjukan raut wajah penyesalan.

“Agus juga mengakui melakukan kekerasan seksual dan pemeriksaan polisi juga ada sperma di paha Angeline. Ini keterangan baru dan polisi berjanji akan menuntaskan kasus Angeline,” tandasnya.

Agus diduga berbohong soal bayaran Rp 2 miliar

Kesaksian Agus yang mengaku dibayar Margareth Rp 2 miliar diyakini sebagai akal-akalan tersangka saja. Hal itu disebutkan oleh pengacara Agus, Haposan Sihombing.

Dalam keterangan lanjutan, Agus membeberkan motif pembunuhan Angeline. Dia mengaku benci pada Margareth sebab selama bekerja tak pernah digaji dan diperlakukan secara tak manusiawi.

“Tersangka AG (Agustinus Tai Mandamai) memang membenarkan keterangan (soal uang Rp2 miliar) itu. Tapi keterangan itu adalah keterangan bohong, karena dia membenci Ibu Margareth,” kata Haposan.

Haposan menyebutkan, Agus kerap dimarahi majikannya hanya gara-gara kesalahan sepele.

“Misalnya, Ibu Margareth sering memarahi AG soal pekerjaannya. Pokoknya, semua pekerjaan AG dianggap tak becus oleh Margareth,” katanya.

Kuasa hukum Agus itu menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan tindakan hukum ke polisi. Namun, Haposan yakin, masih ada pelaku lain selain Agus.

Sebab, selama interogasi, penyidik mengajukan pertanyaan yang kemungkinan mengarah pada peranan orang lain dalam drama pembunuhan Angeline.

“Saya melihat ada poin pertanyaan yang mengarah pada orang lain. Kita percayakan kepada penyidik untuk melakukan pengembangan,” ujar Haposan

NO COMMENTS

Comments are closed.